Enough

Beltz sez >> Udah lama gw gak nulis-nulis sesuatu dan karena sampe sekarang gw mase lum punya bahan, maka dengan bangga gw mempersembahkan tulisan hasil karya gf gw yang gw kopas diam-diam dari flesdisnya, enjoy! :) :)

Pukul 03.00 dini hari. Minggu 14 Juni 2009.

Saya terbangun dan tak bisa tidur, lalu saya pun menonton tv. Beberapa acara tv menurut saya membuat jenuh, akhirnya saya memilih sebuah film. Awalnya saya tak begitu tertarik, mengira film ini akan seperti film drama biasa yang menceritakan romantisme cinta atau hal semacam itu. Tapi setelah mengikuti beberapa menit awal saya baru merasakan film bermaksud menunjukan hal yang berbeda…

Enough

Menceritatakan seorang wanita yg mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Sang wanita memutuskan kabur dengan anak prempuannya. Untuk menghindar dari kejaran sang suami yang kejam, dia harus berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain.

Sebenarnya wanita tersebut dapat meminta perlindungan hukum, namun karena sang suami menggunakan uang dan kekuasaannya, hal itu pun tak dapat diandalkan. Tak hanya itu sang suami membayar orang-orang kejam untuk mengikuti wanita tersebut.

Merasa tak tahan karena bukan cuma nyawanya tetapi nyawa putrinya juga terancam, sang wanita bertekad melindungi diri dan putrinya. Dia merasa muak karena sang suami selalu menganggapnya bodoh dan berusaha menyakitinya. She thought that’s it’s enough to be weak. She must do a rebel.

Dengan tekad kuat sang wanita belajar bela diri pada seseorang, dia berhasil, dia merasa lebih kuat daripada sebelumnya. Dia tak mau lagi menghindar dari kejaran sang suami yang tak ada habisnya. Dia merasa hal ini akan terus menghantui hidupnya dan putrinya jika bukan dia sendiri yang segera mengakhirinya. Cool.

Dengan berani, wanita tersebut menemui sang suami. Tanpa teman dan tanpa senjata. Yea, secara mengejutkan wanita itu bertarung dengan suaminya. Meskipun suami wanita tersebut awalnya meremehkan wanita itu seperti yang biasa dia lakukan. Tapi wanita tersebut membuktikan keberaniannya. Yap, she do the fight. And lived happily ever after with her daughter.

That’s quite amazed me,

okay, tanpa terlalu melihat bagaimana kualitas actingnya, saya kira film ini punya pesan yang sangat bagus, terutama untuk perempuan. Karena tidak hanya menggambarkan rasa cinta tapi juga mengungkapkan peran cinta itu secara lebih dan real. Bukan cuma kata-kata. Cinta yang benar-benar dapat menguatkan, cinta yang melindungi dan cinta yang berjuang.

Cinta ibu.

Hmm…sebenarnya film ini mengingatkan saya tentang beberapa hal yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Tentang kasus Manohara, Siti Hadjar dan sebagainya. Sangat memprihatinkan. Film ini mengungkapkan realita yang memang terjadi belakangan (Atau memang, selama ini).

Perempuan yang seharusnya dilindungi justru disakiti. Tak jarang beberapa dari  mereka akan diam saja diperlakukan seperti itu. Namun tak jarang pula, yang mau struggling for her life, seperti yang digambarkan dalm film Enough. Seperti manohara yang dalam salah satu keterangannya ke pers, “I don’t wanna be quiet and do nothing, I wanna fight”. Seperti Siti Hadjar yang dalam kondisi seperti itu benar-benar fight dan akhirnya dapat melarikan diri dari majikannya yang kejam.

Saya jadi ingat perkataan Nancy Reagen mengenai perempuan, yang saya ingat, karena saya sukai, kurang lebih seperti ini, “Perempuan itu bagaikan daun teh, kamu tidak akan melihat warnanya sebelum mencelupkannya ke air panas.

Perempuan itu punya. Perempuan itu bisa. Perempuan berhak fight, meskipun dengan orang-orang di atasnya, selama yang dilakukan adalah benar-benar self defends. Self defends ketika orang-orang yang harus melindunginya tak menjalankan hal yang semestinya.

Namun hal itu juga harus ditempatkan dengan semestinya dan selayaknya.

Aku – Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

chairil-anwar

Chairil Anwar

Faith

Faith1

Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu baru dilahirkan, Faith memiliki 3 kaki, yaitu 2 kaki belakang, dan 1 kaki depan. Satu kaki depannya akhirnya diamputasi karena bentuknya kecil dan tidak berkembang. Sejak dilahirkan, Faith tidak dapat berjalan selayaknya anjing yang normal, dia hanya bisa terbaring dengan lemah diatas lantai, dan menggerakkan tubuhnya dengan cara mengayuh dengan kedua kaki belakangnya. Bahkan induknya sendiripun ingin membunuh anaknya dikarenakan merasa anaknya tidak dapat berkembang seperti anjing yang normal.

Faith2

Majikannya berpikir kalau Faith tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan merencanakan untuk membiarkannya mati. Untungnya, ada sebuah keluarga Stringfellow (yang juga akhirnya menjadi majikan baru Faith sampai sekarang ini) menemukan Faith dan rela untuk merawatnya. Mereka bertekad untuk melatih Faith menjadi seekor anjing yang dapat berjalan. Keluarga ini memberinya nama Faith (Keyakinan). Mereka yakin akan ada suatu hari dimana Faith dapat berjalan!

Faith3

Pertama-tama mereka meletakkan Faith diatas sebuah skateboard agar Faith dapat merasakan badannya bergerak. Kemudian mereka menggunakan selai kacang yang diletakkan di sebuah sendok untuk memancingnya agar mau melompat dan merebut selai kacang tersebut. Di keluarga itu juga terdapat seekor anjing lain yang memaksa Faith untuk mau bergerak. Keajaiban pun terjadi, Faith perlahan-lahan akhirnya dapat menggunakan kedua kaki belakangnya dengan gerakan melompat untuk bergerak maju ke depan. Dengan latihan yang terus menerus, Faith akhirnya dapat berjalan dengan kedua kaki selayaknya seorang manusia, dan proses latihan ini hanya membutuhkan waktu tidak sampai 6 bulan.

Faith4

Faith sangat suka sekali berlari kemana saja, kemana saja dia pergi selalu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Sebenarnya, Faith sudah mulai dikenal oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Pernah juga diliput oleh berbagai acara di televisi dan juga surat kabar, dan juga telah terbit sebuah buku berjudul “With a little Faith” yang menceritakan kisahnya. Bahkan sempat direncanakan untuk tampil sebagai bintang tamu di salah satu episode film Harry Potter.

Faith5

Sekarang Jude Stringfellow (majikan Faith) tidak perlu lagi melatih Faith , karena telah merencanakan untuk membawa Faith pergi ke seluruh dunia untuk menyebarkan pesan “Tidak memiliki tubuh yang sempurna, juga dapat memiliki jiwa yang sempurna”.

Faith6

Manusia kadang mengalami hal-hal di dalam hidupnya yang tidak sesuai harapannya. Kadang, kita perlu merubah pikiran kita agar dapat merubah suasana hati kita. Semoga cerita ini dapat membawa suasana hati yang baru kepada teman-teman semuanya, menggunakan hati yang bersyukur dan puas untuk melewati setiap hari yang kita lewati dengan indah. Jangan pernah berhenti untuk mengembangkan kemampuan diri kita, barulah dikatakan manusia yang memiliki semangat.

Kisah ini saya peroleh dari renungan gereja saya, kiranya menjadi berkat bagi temen-temen semua…

Sebuah Lubang Kehidupan

Kubuka album kehidupanku dan mendapati sebuah lubang di sana. Bukan lubang selayaknya black spot pada layar Sony Ericssonku, ini lubang kehidupan. Benar-benar sebuah lubang. Sebuah frase kehidupan yang aku anggap bukan sebuah kehidupan. Sebuah frase kehidupan dimana aku, mati.

Mati karena aku tidak menjalani hidup yang sebenarnya, aku adalah orang bodoh di cerita Plato tentang manusia-manusia gua yang hanya berdiam diri sambil melihat bayangan kehidupan di luar sana. Sebuah lubang yang, uhm… cukup besar… hampir sepertiga dari usiaku sekarang dan menjadi monumen di mana aku adalah seorang pengamat kehidupan, atau lebih tepatnya, seorang pengamat para peserta kehidupan.

Hanya sahabatku yang mengetahuinya, bukan karena terlalu pahit untuk diceritakan, namun aku tidak tahu dari mana aku harus memulai, di mana aku harus mengakhiri, dan yang lebih parah adalah, aku tidak tahu bagaimana jalan yang sebenarnya.

black_hole_full_size

Bahkan mungkin sebenarnya, lubang itu hanyalah lubang bagi diriku, kelak ketika aku telah mendapatkan cahaya lebih banyak, aku akan sadar bahwa lubang itu hanyalah sebuah blind spot yang akan menunjukkan rupa sebenarnya ketika tersinari cahaya. Aku tidak benar-benar tahu, terkadang lubang itu membuatku pahit, terkadang lubang itu membuat aku ingin merobeknya dan memulai kehidupanku yang baru dari awal, terkadang lubang itu membuat aku bersyukur karena ketika telah jelas terlihat semua, aku bisa menghapus lubang-lubang pada kehidupan orang lain, terkadang lubang itu membuatku, menyesal.

Lubang itu bagaikan dementor yang menyerap habis seluruh kebahagiaanku, dan bahkan, kesedihanku! Aku telah tercium oleh bibir mematikan para dementor dan membuat aku tak bisa merasakan apa-apa lagi. Tidak kesenangan, tidak juga kesedihan. Aku bukan hidup walau aku belum mati. Aku menjadi tanpa ekspresi dan tersedot masuk kedalam lingkaran setan para dementor.

Cerita hidupku tidak akan pernah berakhir sedih. (Thanks God!)

Masih teringat ketika proses yang panjang itu mendepakku dari lingkaran setan itu, bahkan sebenarnya, sekarangpun aku masih mengalami hal itu. Untuk melepas segala jerat maut dalam diriku memang tidak mudah, perlu waktu. Gelas berisikan ampas kopi tidak akan langsung bersih ketika tertuangi air bersih. Akan ada proses yang panjang untuk pemurnian seutuhnya. Tapi aku siap untuk hal itu. Terlebih untuk berdamai dengan lubang kehidupanku. Sebuah lubang yang sangat tidak bisa kuterima keberadaannya, meskipun terkadang aku bersyukur karenanya. Lubang yang sangat rumit, tak sanggup dijelaskan, sangat aneh dan membuatku terpenjara di dalamnya.

Kalianlah yang mengangkat aku keluar dari lubang itu, teman-temanku.

Ciuman dan pelukan tak akan mampu menggambarkan rasa terima kasihku pada semua yang bisa kutemu, semuanya baik.

Terima kasih atas uluran tangan dan tambang yang kalian berikan kepadaku. Aku akan berjalan dan berjalan membersihkan diriku dari genangan plasma itu.

Musuh-musuhku, teman-temanku, dan sahabat-sahabatku, terima kasihku padamu.

Unintended – Muse

You could be my unintended
Choice to live my life extended
You could be the one I’ll always love
You could be the one who listens to my deepest inquisitions
You could be the one I’ll always love

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before

First there was the one who challenged
All my dreams and all my balance
She could never be as good as you

You could be my unintended
Choice to live my life extended
You should be the one I’ll always love

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before

Before you

download link coming soon…

Kata orang Singapore tentang Indonesia

ina-only1ndonesia

Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

“Your country is so rich!”

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

“Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia”

“Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,

dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !”

“Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”

“Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”

“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”

“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”

“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia

will rules the world..”

So, let’s we love our products,,, ^^

-diambil dari sebuah milis.

Indonesia 59 Propinsi

Barusan nemu artikel blog bagus banget, isinya tentang Republik Indonesia yang dijadikan 59 Propinsi, selengkapnya liat di sini.

Batman

tdk_batman_wallpaper

Dia itu superhero yang sangat gue kagumi.

Kenapa?

Banyak alasan. Banyak hal dari Batman yang sangat gue kagumi.

Pertama, dia superhero yang punya masa lalu terkelam. Peter Parker/ Spiderman emang udah kehilangan orang tuanya sejak kecil, tapi nggak seperti Bruce Wayne, yang melihat dengan matanya sendiri pembunuhan kedua orang tuanya, dan dia juga yang jadi penyebab tidak langsungnya.

Lewat proses yang amat panjang, penolakan di sana-sini, perbenturan prinsip-prinsip kehidupan, pelatihan yang keras dari lingkungan, dia berhasil merubah dirinya menjadi sosok berkepribadian teguh yang menghormati keadilan.

Itu yang gue harapkan juga terjadi pada diri gue.

Kedua, dia satu-satunya superhero yang sama seperti kita, tidak memiliki kekuatan super apa-apa, dia hanya mengandalkan kemampuan beladiri dan kecanggihan alat-alat. Sebuah spesialisasi yang nggak kita temukan di Superhero lainnya yang bisa terbang, memanjat dinding, berlari secepat kilat, meluncur seperti api, memelintirkan tubuh, atau mengeluarkan jaring.

Just the same as me.

Ketiga, dia menjadi a Pearl in the Muds, Mutiara dalam lumpur. Kota Gotham adalah kota terkotor dimana separuh pejabatnya adalah korup dan aparat kepolisian dapat dibeli dengan uang. Kota itulah yang menjadi sarang mafia dengan jaringan yang besar. Tapi Bruce Wayne, di balik topeng Batmannya menjadi berbeda dari yang lain, dia membela kebenaran dengan caranya sendiri sekalipun banyak orang yang menganggapnya main hakim sendiri. Dia nggak peduli, dia tetap melakukan kebenaran dengan caranya sendiri.

Itu juga yang jadi salah satu prinsip hidup gue.

Gue punya banyak kesamaan dengan Bruce Wayne or Batman yang nggak bisa gue tulis semuanya di sini, terlalu banyak. Gue sangat mengagumi proses yang dia alami dan gimana caranya dia tetap bertahan sebagai Batman di kota yang kelam. Gue juga engen jadi kayak dia, berbeda dari yang lain, jalani hidup dengan cara gue sendiri, dan menjadi EXTRAORDINARY dengan segala talenta gue.

I hope I could reach that day.

Review The Master Season 3: Duel Big Six

Gue harus kasih komen buat acara The Master kemaren malem: Jelek Banget!

Buat gue, ini adalah episode The Master yang paling jelek yang pernah ada, mulai dari atmosfer acara, komentar juri, kamera, jumlah penonton, sponsor, pembawa acara, penampilan magician, ampe hasil akhirnya!

Olrite, gue gak becanda, di mata gue, semuanya jelek!
the master season 3

Kalo gue ngerasa entah kenapa di episode kali ini, atmosfer alias suasana panggung kerasa berbeda, lebih lemes en gak bersemangat gitu deh. Well, kalo mau dianalisis sih sebenernya karena berbagai alasan, mulai dari penayangan The Master 3 yang terlalu cepat (harusnya istirahat dulu selama 2 bulanan dong, RCTI, jangan cuma nyari rating doang), ampe karena kita yang udah terbiasa nonton Joe Sandy en Limbad yang sebegitu kerennya dan sekarang harus mulai dari nol lagi, dengan kontestan yang baru lagi, en dari permainan yang cupu-cupu lagi.

Next masalah teknis, ngapain sih penonton yang diundang sebanyak itu? Ini baru penyisihan pertama, Jek! Gue ngerasa kayak nonton final The Master season 1 vs 2, jumlah penontonnya hampir sama, sampe-sampe ada penonton yang nonton di luar. Harusnya kalo RCTI jeli, jumlah penonton bisa disesuaiin dengan tingkat kehebohan acara, makin dikit kontestan, makin banyak penontonnya. Lah baru babak 1 aja udah banyak, bisa-bisa pas final ntar se-stadion GBK.

Jurinya apalagi, dengan formasi baru: Deddy-Joe-Romy-Juri tamu ternyata nggak ngasih keseimbangan di episode ini. Banyak komentar tentang teknis permainan yang gak dimengerti ma orang awam, mending disampein di belakang panggung aja kalo pengen bagus. o iya, juri ceweknya (I dunno what she is named) sering ngasih komentar yang terlalu singkat en monoton. Belum lagi dua gelas es kering di meja juri titipan sponsor yang ngeluarin asap (or gas karbondiksida?) yang gue rasa GAK BANGET. Nunjuk-nunjukin kalo The Master sekarang udah jadi lahan komersialisasi yang kelewatan. Singkirkan gelas itu minggu depan! Oh ya, Terry Puteri juga gue rasa gak pantes wat jadi MC The Master, kenapa? Secara dia itu cewek, jadi kesan misteriusnya nggak dapet. Kalo dibandingin ma Nico, mendingan Nico.

Permainan kontestannya? Arrrrgggghhh, gue kecewa! Bayu gendheng harusnya gak usah ngomongin apa yang bakal dia laku’in, biar ada kesan misteriusnya. Duo Dibor berantakan banget maennya. Ricardo terlalu singkat. Rizuki gak ada spirit en kurang cepet (padahal sulapnya klasik, kan butuh kecepatan gerak tuh). En Krisnaji kurang menguasai panggung.

Fabian? Dia yang terbaik (Malam ini, gak tau minggu depan). Kenapa? Karena dia satu-satunya peserta yang bisa ngendaliin suasana hati penonton en nampilin sesuatu yang kemungkinan gagalnya paling tinggi, Russian Roulette. Gak sempet nonton? Cari aja di Youtube, hehehe.

Kalau gue rangking dari atas dengan netralitas (sekali lagi, ini versi gue), maka jadinya akan kayak gini: Fabian, Rizuki, Ricardo, Krisnaji, Bayu Gendheng, en Duo Dibor.

Yang paling aneh, kenapa pas pengumuman eliminasi yang tersingkir ada 2: Ricardo & Duo Dibor?

Well, gue rasa itu masalah teknis. Ada satu kecurigaan gue tentang hal ini yang gak bisa gue omongin sekarang, kali aja salah. Yang jelas kecurigaan gue BUKAN pada juri-jurinya. Tunggu aja kejelasannya dari tim kreatif The Master.

Moga-moga aja program The Master nggak turun ratingnya gara-gara episode parah ini. Gue berharap, ini Cuma masalah adaptasi, adaptasi buat semuanya, secara kita udah masuk babak baru program The Master en mungkin aja tim kreatifnya ngerasa perlu wat ngerubah beberapa hal biar nggak bosen.

Harapan gue tinggal 2: Fabian en Krisnaji. Hope they can do better next week.

See you on review The Master berikutnya!

Kenapa Harus Dia

Tuhan,
Ada banyak cara untuk mati
kau bisa buatnya bersiap menghadapi ini
tapi kenapa Kau pilih cara ini?

Tuhan,
Ada banyak kesempatan untuk mati
Kau bisa buat ia menemani anaknya hidup bahagia
tapi mengapa mesti secepat ini?

Tuhan,
Ada banyak orang yang kaupilih ditinggalkan oleh ibunya
kau bisa buatnya untuk orang lain
tapi mengapa harus Yessy?

Aku cuma tahu satu,
Kau terlibat di dalamnya.

Dan aku tahu,
Kau bukanlah pencelaka, sebab Engkaulah pembawa sukacita

satu hal Tuhan,
jangan biarkan rencanamu ini berhenti di tengah perjalanannya
Teruskanlah Tuhan, hingga ke titik akhirnya
hingga kami melihat senyum bahagia di wajahnya.

Jepara, 18 Mei 2009
Beltz de Nicode