Tuhan, aku hilang

Dimana aku Tuhan
Tandus dan gersang
Tanpa kesejukan
Bagaikan padang

Sesaat lalu kulihat dirimu
Tersenyum
Lalu kau tidak kelihatan lagi

Aku tahu,
Kau takkan tinggalku
Tetapi penyertaanmu
Kenapa selalu sembunyi

Kondor kondor itu siap menelanku
Ketika air yang kuharap
Tak kunjung tiba

Ketika ku tak mampu buat apapun
Ku masih bisa panggil namaMu
Tak peduli sengat pijaran bola maharaksasa ini
Ku tahu,
Kau mengamatiku
Kau bersamaku

dan,
Kau terus tersenyum padaku
meski kerap kali ku melemparkan bangkai tikus itu padaMu

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: