Melihat Bali Lewat Komik Indonesia


Satu lagi buku yang layak kalian santap untuk mengisi waktu luang: Benny & Mice Lost in Bali! Buku karikatur buatan Benny Rachmadi dan Muh Misrad (Mice) ini akan mengajak kamu semua berkeliling pulau dewata, mengamati hal-hal unik di sekitarnya, dan mengalami peristiwa konyol di sana!

Buku ini pada umumnya menceritakan pengalaman pribadi kartunis saat mengunjungi tempat wisata di bali. Dimulai dari keberangkatan, mengunjungi Pantai Kuta, Legian, Pura Ulun Danu Bedugul, Alas Kedaton, Pasar Sukawati, Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, dan jimbaran. Dalam setiap perjalanan mereka di masing-masing tempat wisata, kita akan disuguhi berbagai macam kejadian lucu dan menarik yang mereka alami. Meskipun tidak semuanya nyata, pengalaman-pengalaman mereka mampu memberikan kita gambaran yang jelas mengenai suasana pulau Dewata.

Dari segi gambar, terlihat Benny dan Mice mampu memotret lingkungan Bali dengan sangat apik. terbukti begitu banyak hal-hal yang biasanya kita abaikan di Bali, terekam oleh Benny dan Mice. Seperti suasana kesibukan di Jalanan Kuta dan pasar Sukawati serta tumpukan tesajen masyarakat bali yang berserakan di mana-mana. Karakter-karakter yang biasanya muncul di sekitar Bali pun
digambar dengan nyata oleh duo kartunis ini berikut hal-hal menarik seputar karakter tersebut di sekelilingnya.

Selain pengalaman-pengalaman pribadi mereka, buku ini juga menceritakan hal-hal unik seputar pulau Dewata. Seperti akibat yang akan timbul bila berjemur di pantai dengan mengenakan sandal, situasi jalanan Kuta yang penuh dengan bule-bule yang cinta mati dengan pulau Bali, mengapa bila berkunjung ke Kedaton tidak diijinkan mengenakan kacamata dan topi, dan berbagai macam hal-hal seputar pulau Bali lainnya. Tidak jarang gaya menggambar dan bercerita Benny dan Mice membuat kita tersenyum, atau bahkan tertawa saat membacanya.

Keunggulan lain buku ini selain yang disebutkan di atas adalah cara menggambar kartunis. Gambar yang disajikan halaman demi halaman terasa ‘Indonesia Banget’ dan membumi. Agak susah untuk menemukan bau-bau ‘asing’ di buku ini karena Benny dan Mice, selain menggambarkan lokasi, juga menggambarkan adat-istiadat, keadaan sosial, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat, terutama Bali.

Namun buku ini juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah harga. Dengan jumlah halaman buku yang ‘hanya’ mencapai 120 halaman, agaknya terlalu mahal jika kita harus menebusnya dengan harga 40.000 rupiah. Lagi, terdapat beberapa space gambar yang kosong dalam beberapa halaman yang belum termanfaatkan dengan baik. Juga penggambaran background cerita yang masih terlalu buram dibandingkan seharusnya.

Terlepas dari kekurangan yang ada, buku ini sangat cocok bagi mereka yang ingin lebih mengenal Bali dengan sudut pandang yang unik. Tidak hanya bagi mereka penikmat kartun dan humor, namun juga bagi para penikmat sosial yang membutuhkan pengetahuan dengan cara penyampaian yang membumi.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: